Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Menghadapi Kegagalan

By Caring Lova on January 3, 2013
menghadapi-kegagalan

Tanya:

Dear mbak Riezka, saya Kirana, 38 tahun, ibu dari 2 orang puteri. Sejak 4 tahun lalu saya memutuskan kerja di rumah, bisnis sampingan berkaitan dengan kain batik. Saya membuat pernik-pernik dari bahan batik dan juga busana wanita serta anak-anak.

Sebenarnya selama 4 tahun saya menggeluti bisnis ini, dibilang untung banget ya tidak, karena kenyataannya, saya sering sekali dibohongi mitra kerja saya di daerah. Banyak hal seringkali membuat saya tertipu. Tapi karena saya mencintai pekerjaan ini, maka saya ingin terus bertahan. Pertanyaannya untuk mbak Riezka:

Bagaimana caranya berbisnis agar kita tidak mudah ditipu? Bagaimana cara menghindari penipuan? Apa yang harus saya lakukan? Dari pengalaman mbak Riezka, hal apa yang berpeluang mudah terjadi penipuan? Bagaimana mewaspadainya?

Jawab:

Yang namanya bisnis, pasti ada kata gagal nya. Kalau tidak mau merasakan kegagalan, tidak mungkin bisa belajar dari kegagalan tersebut. Sama seperti ketika kita ingin mencari pekerjaan, ketika melamar pekerjaan, belum tentu lamaran itu diterima. Ada kalanya lamaran kita ditolak. Begitu pula dalam berbisnis. Ketika kita mulai berbisnis, wajar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Contoh lain adalah anak kecil yang jatuh saat mau mulai belajar jalan. Si anak tak pernah putus asa untuk bangkit berjalan sampai anak tersebut bisa lancar jalan bahkan berlari.

Intinya, jangan kita takut gagal. Janganlah merasa takut ditipu, dan sebagainya. Dalam bisnis, banyak hal akan kita temui. Tapi percayalah bahwa bisnis itu ibarat menemukan cinta. Kalau sudah sudah tepat pasangannya, pasti awet rajet deh. Yang namanya ditipu itu lumrah saja, asalkan tidak tertipu terus-terusan. Kegagalan atau penipuan seringkali justru menjadi obat penguat kita untuk terus maju dan berjuang.

Saya pesankan, yang penting untuk menghindari penipuanadalah kita harus berhati hati. Setiap kali menemui bisnis, lihat bisnisnya, pelajari sejarahnya, siapa ownernya, apa produknya, berapa modal awal nya dan perkiraan berapa lama akan pay back nya, dan seterusnya. Setelah kita mengetahui dan memperdalam bisnis apa yang akan kita jalani, barulah mulai untuk melakukan action, hal ini berfungsi untuk mengantisipasi penipuan

Pengalaman saya dulu pernah ditawari program investasi saat baru mulai belajar usaha. Karena belum tahu dan tidak ada mentor langsung, saya langsung hajar investasi senilai Rp 150 juta. Awalnya saya diiming imingi mendapat penghasilan per bulannya, tetapi setelah menunggu bulan berikutnya ternyata hasilnya malah nihil. Bahkan uang Rp 150 juta tersebut bablas dibawa kabur. Dari kejadian tersebut saya pun lebih berhati hati memilih investasi. Kini saya berprinsip, lebih baik cari investasi yang aman saja seperti investasi emas dengan cara tradisional, beli aset rumah yang jelas jelas ada bentuknya , daripadan investasi di barang yang tak berbentuk

Bagaimana membangun kerjasama yang baik dan sehat agar tidak terjadi tipu menipu?
Menurut saya, pertama, kenali terlebih dahulu siapa mitra bisnis kita, cari orang yang cocok dan satu visi misi dengan tujuan usaha, insyaallah jalannya lancar. Kalau dari pengalaman saya setelah ditipu, sejak saat itu saya mencari partner bisnis teman lama yang sudah saya kenal seluk beluknya. Jangan pernah berbisnis dengan mantan pidana atau orang yang pernah mencuri, pemakai narkoba walaupun sudah taubat. Cari yang kredibilitasnya bagus

Tips bangkit dari keterpurukan akibat tertipu orang:

Saya dulu tertipu lebih dari 150 juta. Jumlah total sekitar Rp 500 jutaan. Tetapi saya berprinsip, saya harus bangkit. Mengapa? Karena saya tidak mau uang saya hangus begitu saja. Uang saya harus kembali. Caranya? Saya mulai jualan kecil kecilan, tepatnya memulai bisnis jualan pulsa dengan modal cuma 150 ribu saja, itupun jual kamera, karena konsisten dan fokus bisnis saya berkembang jadi counter pulsa dan terus merambah jadi master pulsa. Akhirnya ada yang mengajak kerjasama untuk buka laundry dengan sistem sharing profit. Dari situ saya mengembangkan berbagai bisnis, yang akhirnya berujung di pisang ijo Jasmine. Karena fokus terhadap impian dan tujuan, terbukti bisnis pisang ijo Jusntmine saat ini sudah lebih dari 200 cabang di seluruh Indonesia. Jadi, focus lah pada impian dan action. Yang paling penting banyak SEDEKAH insyaAllah musibah jauh dari diri kita.

Terimakasih.

About Caring Lova


Artikel Menghadapi Kegagalan

One Comment

  1. vicki

    3 March 2012 at 13:01

    investasi emas dalam bentuk non fisik aman dan terpercaya, profit yg
    dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan dalam bentuk emas batangan
    atau emas fisik. Modal minimal 50jt anda sudah bisa menjalankan bisnis
    ini, profit bisa ditarik kapan saja. Untuk informasi lebih lanjut
    hubungi no 08987137481 atau 02292702634.
    Terima Kasih… :-)

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>