Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Human Being

By Caring Lova on August 19, 2011

Human Being… bila anda membaca kata ini, apa artinya untuk Anda?

Human being, yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah “manusia”, siapakah dia? Sejak kita kecil banyak sekali kategori dan status manusia yang ditanamkan dalam pikiran kita seperti: “Nanti kalau sudah besar jadi manusia yang berguna yah, manusia yang pandai, manusia yang sukses, manusia yang kaya raya, manusia yang…” Dan ketika kita sudah dewasa,  dunia mulai melihat manusia berdasarkan status, seperti: “Oh dia itu Direktur loh, business owner, artis, guru, dan lain-lain.”

Hal ini sangat wajar, karena di dunia ini sudah terbentuk demand yang seperti itu, Tidak heran apabila banyak orang yang mengejar pengakuan dan mempertahankan mati-matian status yang ia punya. Keterikatan terhadap status ini juga yang banyak membawa stres, frustasi, bahkan depresi. Karena tanpa status tersebut, sepertinya orang merasa kehilangan dirinya. Padahal memang ia sudah kehilangan dirinya sejak dia mengikatkan diri pada status tersebut.

Human being, kita kembali ke kata ini. Kata yang sangat dasar tapi seringkali dilupakan. Siapakah saya bila saya bukan lagi manajer di perusahaan A; saya bukan lagi seorang ibu, seorang terkenal, atau sorang kaya raya. Jawabannya sangat simple… Anda adalah Anda. Dan tanpa gelar, status, atau barang-barang yang Anda punya, ada hal yang tidak akan hilang. Anda adalah manusia yang sangat berharga. Karena Anda adalah sebuah karya masterpiece yang dibuat oleh kasih dari Pencipta.

Kita seringkali lupa pada siapa kita karena terlalu banyak kita mengikuti apa yang ingin dilihat oleh dunia; atau memenuhi keinginan orang tua; atau menuruti kemauan pasangan dan anak-anak kita. Sampai suatu hari Anda bangun dari tidur, dan bertanya pada diri sendiri: “What is the purpose of my life; aku nih mau jadi apa ya; kemana aku harus melangkah”. Anda sudah kehilangan jejak atas diri Anda. Anda hanya mengikuti rutinitas yang ada tapi pada akhirnya tidak bahagia.

Dunia ini sungguh aneh, ketika Anda sudah mulai tidak mendengarkan kata hati, maka ada saatnya diri sendiri yang akan mengejar Anda. Anda tiba-tiba mengalami sesuatu, mungkin sakit atau baru selamat dari sebuah kecelakaan, akhirnya terbangun dan baru menyadari bahwa banyak sekali yang belum dikerjakan.

Contoh yang paling sering terjadi adalah, seseorang sakit jantung dan selamat dari kematian. Ketika selamat, mulailah ia mengatur pola makan, berolah raga, dan menata kembali kehidupan.  Semoga Anda tidak perlu mengalami hal-hal tersebut, karena sudah menyadari sebelum diri sendiri mulai mengejar Anda. Dan tahu betapa  penting mengingat kembali human being; untuk menjadi be just be who you are.

Bila anda senang pergi ke gunung, senang melukis, senang berdansa, lakukanlah, jangan batasi diri dengan usia; dengan status Anda; dengan rasa malu; dan sebagainya. Karena itu ingatlah,  jabatan bisa selesai, harta bisa habis, status bisa naik turun, tapi ada satu hal yang tidak pernah meninggalkan Anda dan selalu menerima diri apa adanya, tanpa accessories yang harus Anda pakai. Kenapa? Karena ia ada di dalam diri Anda, dan selalu berbisik I love you as you are, because you are accepted as a human being with the good choices or bad choices you made as you live on earth.

Human being, jadi siapakah Anda, apakah Anda siap untuk menjadi manusia yang akan memberikan yang terbaik, menggunakan segala potensi yang ada dalam diri. Tanpa harus mengkotakkan diri dengan status (seperti: “Oh ini bukan tanggung jawab saya, kan saya bukan bos. Atau, saya kan hanya seorang pelayan buat apa saya bekerja sepenuh hati”), Anda adalah Anda. Dan istilah atasan dan bawahan hanya akan menghambat Anda untuk growing into greatness. Terkait dengan hal ini, saya suka sekali dengan kata-kata dari Dr. Martin Luther King Jr. yang mengatakan:

If a man called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michaelangelo painted or Bethoven composed music, or Shakespeare poetry. He should sweep streets so well that all the host of heaven and earth will pause to say, “Here lived a great street sweeper who did his job well.”

Human being, apabila Anda sudah memberikan yang terbaik dari Anda sebagai manusia yang hidup di bumi ini, pasti Pencipta tidak akan tinggal diam dan memberikan reward setimpal. Semoga artikel ini berguna, karena Anda adalah Anda dan saya terinspirasi menulis ini karena  Anda sangatlah berharga as a human being dimataNya. Terima Kasih.

 

*Cindy Sally Edina adalah financial consultant, salah satu pemenang Young Caring Professional Award (YCPA 2011)

 

About Caring Lova


Artikel Human Being

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>