Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Find and Follow Your Passion

By Caring Lova on April 4, 2011

*Rene Suhardono Canoneo

Saya tak akan pernah henti mengingatkan bahwa karir sungguh berbeda dengan apa yang disebut sebagai pekerjaan. Karir adalah milik kita. Sementara pekerjaan adalah segala sesuatu yang didapat dari perusahaan. Kita bisa saja dipecat dari perusahaan. Tapi kita tidak pernah bisa dipecat dari karir.

Karir setiap orang, sejatinya akan bergantung pada bagaimana yang bersangkutan melihatnya. Sejauh ini, dan selama menjadi konsultan, saya sering menjumpai kebanyakan orang menyusun karir sesuai dengan yang dapat mereka lakukan atau ketrampilan (skill-nya).

Hal itu sebenarnya sangat tidak ideal. Karir, sesungguhnya berawal dari dalam diri manusia. Inilah yang disebut passion, panggilan hati. Passion setiap orang tentu berbeda. Namun apapun yang menjadi passion-nya, itu akan menggerakkan orang melakukan apa yang diinginkannya dengan sungguh-sungguh.

Dalam menyusun karir, sudah selayaknya kita melakukannya berdasarkan panggilan jiwa. Sebab dengan melandasi pada hal itu, kita tidak akan setengah hati. Bila menyusun karir hanya berdasarkan apa yang dapat dilakukan atau ketrampilan belaka, maka boleh jadi hasilnya tidak akan maksimal dan membahagiakan.

Saya sepenuhnya meyakini sehingga selalu mengatakan bahwa great money always follow great works dan great works akan selalu datang dari passion. Banyak contoh orang sukses yang berangkat tidak dari sekedar memburu uang. Fulus memang penting. Tapi itu tujuan jangka pendek. Yang terpenting adalah melakukan dengan passion. Karena melakukan dengan passion akan menghasilkan hal hebat, yang buntutnya akan mendatangkan imbalan yang besar pula, juga reputasi cemerlang.

Bila demikian halnya, maka kini sudah saatnya kita melihat kembali apa sebenarnya yang menjadi passion kita. Saya punya banyak kenalan. Salah satunya adalah seorang akuntan yang tidak pernah bahagia dengan pekerjaannya. Rupanya passion dia bukanlah deretan angka dan kalkulasi finansial, tapi dunia jeprat-jepret. Ya, fotografi. Dengan penuh keberanian, dia pun melakukan perubahan besar. Dia lepaskan profesi akuntan, beralih menjadi fotografer. Memang tidak mudah menjalaninya. Setidaknya lima tahun awal masa transisi merupakan perjuangan berat. Toh itu semua kini dilaluinya dengan manis. Dia adalah salah seorang yang paling bahagia yang saya kenal.

Moral story dari kisah di atas adalah mari lihat kembali passion kita. Kalau karir kita sekarang bukan passion kita, ayo, mulailah kita cari. Kalau perusahaan kita yang sekarang tidak sesuai dengan passion kita, atau tidak bisa menampung passion tersebut, maka itu artinya it’s time to think about our career and move out, melihat dan berpindah ke tempat lain. Jangan pernah membiarkan diri kita berada di satu tempat dengan kondisi setengah hati karena kita tidak akan bisa maksimal, baik dari sisi professional maupun personal growth.

Memang tidak gampang mencari passion yang sesungguhnya. Kadang perlu waktu bertahun-tahun. Kuncinya: jangan menyerah dalam mencari passion karena suatu saat hal itu akan muncul. Agar dapat menemukan passion, bisa diawali dengan hal sederhana tapi mendasar. Misalnya bertanya pada diri sendiri: apa pekerjaan kita sudah membuat hati senang? Apa sih pekerjaan yang kalau dikerjakan membuat hati senang?

Gampang kan pertanyannya. Tapi banyak juga yang tidak bisa menjawabnya. Kalau sudah seperti itu, jangan menyerah. Jangan pernah berhenti mencari passion. Dan setelah menemukan, mengetahui serta menentukan apa yang menjadi passion kita, maka peluklah. Embrace your passion. Di sini, saya punya satu pesan: do what you love, love what you do, and then show who you are. Ya, lakukan apa yang Anda cintai, cintai yang Anda kerjakan, kemudian tunjukkan siapa diri Anda.

Jadi, sudah jelas kan?

Lets find and follow your passion!

About Caring Lova


Artikel Find and Follow Your Passion

One Comment

  1. Pingback: 5 Langkah Cerdas Pindah Kerja - Wanita Karir - YCPA

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>