Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Mengevaluasi Tawaran Kerja

By Caring Lova on January 1, 2013
tawaran-kerja

Ada kalanya seseorang yang tengah asyik-asyiknya bekerja, atau masih betah di suatu perusahaan, tiba-tiba mendapat tawaran kerja di tempat lain, entah itu dari head hunter atau bagian personalia sebuah perusahaan. Dapat tawaran kerja pastinya menyenangkan bukan? Kalau posisi kita memang sedang tidak bekerja dan kita sudah ke sana-ke mari mengantar lamaran, kemungkinan besar tawaran itu akan ditubruk. Tapi bagaimana kalau kita belum terpikir untuk pindah?

Kalau kita memang masih betah dan merasa masih bisa berkembang, tak ada salahnya kita bertahan. Namun bila kita bimbang dan ingin menerima tawaran tersebut, ada beberapa hal yang layak dipertimbangkan:

Gaji
Uang memang bukan faktor utama kepuasan kerja. Akan tetapi, di muka bumi ini, tak ada yang bilang itu tidak penting. Untuk mengetahui berapa gaji yang pantas buat posisi yang ditawarkan, Anda bisa melihat survei gaji yang diterbitkan media masa sebagai patokan. Bisa juga menanyakan ke rekan kerja atau sahabat yang boleh jadi posisinya sama dengan yang ditawarkan pada Anda. Yang pasti, Anda harus mendapat lebih tinggi dari yang diperoleh sekarang.

Lingkungan kerja
Setiap tempat kerja memiliki lingkungan tersendiri. Cobalah cari tahu di lingkungan seperti apa Anda akan ditempatkan. Bila Anda berkesempatan interview, sangat baik bila melihat-lihat seperti apa lingkungan kerjanya. Lingkungan di sini lebih pada aspek fisik: bangunan dan ruang kerja. Berkeliling di tempat yang baru, bisa sedikit memberi kesan seperti apa tempat tersebut.

Budaya perusahaan
Kamus Merriam-Webster menyatakan bahwa budaya perusahaan adalah “seperangkat perilaku, nilai-nilai, tujuan, dan praktik yang ada dalam sebuah perusahaan”. Nah, coba cari tahu atau tanyakan pada yang menawari kerja tentang hal tersebut. Apakah di tempat baru, budayanya adalah “yang penting dapat proyek”, sementara Anda adalah orang yang tidak mau menghalalkan segala cara. Ini adalah contoh yang nantinya akan berbenturan dengan Anda sehingga Anda tidak cocok bekerja di sini.

Calon Bos/Rekan kerja
Kita tak akan bekerja sendiri. Cobalah cari tahu siapa atasan Anda kelak. Atau rekan kerja nanti. Dan kalau Anda ditawari posisi yang membawahi staf, tak ada salahnya untuk meminta keterangan pada yang menawari kerja, siapa yang akan menjadi anak buah Anda. Dengan mengetahui profil bos dan mitra kerja, setidaknya ada gambaran dengan siapa Anda akan menghabiskan waktu di kantor. Bahkan bila beruntung diinterview langsung oleh calon bos, Anda akan tahu seperti apa tipikalnya dengan melihat cara dia bersikap dan memperlakukan karyawan lainnya. Meski singkat, kesan yang didapat sering menunjukkan karakter seseorang.

Nah, bila semuanya positif, jangan ragu untuk mengatakan “Ya”. Bila Anda banyak menemukan ketidakcocokan dari aspek-aspek di atas, kata “No” layak diutarakan dengan baik-baik.

About Caring Lova


Artikel Mengevaluasi Tawaran Kerja

One Comment

  1. Pingback: Persiapan Melanjutkan Pendidikan S2

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>