Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Tiga Jurus Memahami Karir

By Caring Lova on December 14, 2010
Passion is Your Career

Nurul, karyawan sebuah perusahaan di Jakarta sedang resah. Sudah hampir lima tahun bekerja, perusahaannya tidak memberikan apresiasi yang baik kepadanya. Karirnya mentok. Padahal, dia merasa sudah bekerja keras dan berkontribusi cukup besar.

Keinginan untuk pindah semakin kuat. Dengan berpindah kerja, Nurul berharap dapat langsung meraih posisi lebih tinggi. Tapi, baginya, pindah bukan perkara mudah. Dia tidak punya keberanian. Dirinya selalu diliputi kekhawatiran dan ketakutan tidak akan mendapat posisi lebih baik.

Begitulah kisah Nurul. Seorang karyawati yang sedang galau mengenai karir kerjanya yang tidak jelas.

Bagi Rene Suhardono, CareerCoach yang juga penulis buku  “Your Job is NOT Your Career” apa yang dialami Nurul merupakan fenomena umum yang dialami banyak karyawan. Mereka gundah karena meski sudah lama bekerja karirnya tidak beranjak naik. Jangankan naik dua atau tiga level, satu level pun tidak. Dalam situasi seperti itu, tentu saja seseorang tidak akan menikmati pekerjaannya. Yang muncul kemudian, kata Rene, adalah mental block. Mereka bekerja karena keterpaksaan. Keterpaksaan karena tidak ada pilihan lain dan sekadar memenuhi kebutuhan hidup. ”Itu pertanda, mereka dikendalikan pikirannya,” tuturnya.

Baca juga : Galau di perkerjaan saat ini

Padahal, menurut Rene, tidak seharusnya seperti itu. Seorang karyawan harus bisa mengatasi mental block yang selama ini membelenggu pikirannya. Strateginya?

Pertama: ubah pola pikir. Kalau selama ini dikendalikan pikiran, ”Sekarang kita balik. Kita yang harus mengendalikan pikiran kita,” tegas Rene. Dengan mengendalikan pikiran, kita harus membenahi pikiran kita bahwa jenjang karir tidak selalu naik ke atas, tapi juga bisa bergeser ke kiri atau ke kanan. Jangan takut melakukan sesuatu, termasuk pindah kerja atau berwiraswasta.

Kedua, Tuhan menciptakan setiap manusia dengan talenta dan kelebihan masing-masing. ”Pasti Tuhan punya alasan dan tujuan dengan menciptakan kita dengan suatu talenta dan kelebihan yang berbeda,” ujarnya. Dan yakinlah, rejeki diatu oleh-Nya.

Ketiga, sikapilah semuanya dengan hati, jangan melulu dengan akal pikiran. Mengapa? Karena kalau semuanya kita hadapi dengan akal pikiran, semuanya tidak akan ada yang maksimal. Selalu saja ada kekurangan di sana sini. Dengan hati, kita akan menerimanya penuh kesabaran dan kesadaran diri.

Agar tidak terjebak pada pemahaman sempit dan seringkali menyesatkan, Rene mengingatkan bahwa pekerjaan hanya sekadar alat. Tidak lebih dan tidak kurang. Sementara itu, berbeda dengan pekerjaan, karir memang konsep yang sangat pribadi. ,” kata Rene.

Your career is yoursYour career is you” – Rene Suhandono

Lebih lanjut Rene mengatakan bicara mengenai karir, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama,  berbicara karir adalah bicara soal passion atau segala hal yang sangat diminati. Kedua, karir juga tidak bisa dilepaskan dari konsep purpose of life atau segala hal yang paling penting dalam hidup. Dan ketiga, bicara soal karir juga harus mengedepankan aspek values atau segala hal yang diyakini.

Pertanyaannya: bukankah yang terpenting adalah menjaga keamanan dalam bekerja (job security) dibandingkan mendambakan hal-hal abstrak seperti passion?

Menurut Rene, saat ini sebenarnya tidak ada pekerjaan yang aman. Yang ada hanya sekadar persepsi soal pekerjaan yang aman. Bagi yang masih meyakini keamanan dalam bekerja, ada baiknya mulai berpikir ulang. Pekerjaan adalah milik perusahaan yang  bergantung pada banyak faktor di luar kendali kita. Masih ingat berapa banyak bank yang harus ditutup saat krisis ekonomi 1998? Bagaimana dengan bangkrutnya Lehman Brothers yang konon punya aset tiga kali lebih besar dari neraca Republik Indonesia? Belum lagi merger & akuisisi yang kerap terjadi dalam setiap industri. Apakah Anda masih berpikir job security itu nyata?

Baca juga : 7 Kesalahan wanita di dunia karir

Karir juga punya ujung kebahagiaan dan ketercapaian (fulfillment). Itulah yang Rene sering sebut sebagai puncak karir seseorang. Jadi, dalam konteks ini, karir bukanlah suatu pencapaian yang bersifat vertikal. Karir adalah kebahagiaan dan kebermaknaan (happiness dan meaning). Istilah sederhananya, ”Our own happiness & fulfillment in life,” tuturnya. Karir adalah juga bagian dari kehidupan. Dan kehidupan hanya bisa disebut kehidupan apabila tidak semata mengenai diri sendiri. Kehidupan melibatkan orang lain, keluarga lain, bangsa lain, mahluk lain, lingkungan dan alam semesta.

Memahami ini, niscaya akan membuat kita semakin jernih melihat karir. Setuju? ***

About Caring Lova


Artikel Tiga Jurus Memahami Karir

One Comment

  1. Pingback: Wanita Karir - 5 Langkah Cerdas Pindah Karir - YCPA

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>