Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Personal Branding Di Awal Karier

By Caring Lova on March 4, 2011

Ketika Anda masuk sebagai karyawan baru di sebuah perusahaan, tentunya tidak hanya adaptasi yang dilakukan. Anda pasti ingin mendapat pengakuan sebagai bagian dari perusahaan baru Anda. Seperti apa lingkungan kerja melihat sosok yang ada pada diri Anda, ini tergantung bagaimana Anda melakukan personal branding.

Menurut  Rene Suhardono, CareerCoach, personal branding diartikan sebagai persepsi diri menjadi sesuatu yang penting di setiap tahap, termasuk untuk para first jobber. Ada  tiga esensi penting dari personal branding. Pertama, Networking, ini bukan lagi bicara siapa yang Anda kenal, tetapi sebaliknya siapa yang kenal diri Anda. Kedua, Kontribusi, yaitu bagaimana Anda memberikan kontribusi di tempat Anda bekerja. Bukan lagi apa yang sudah dicapai, tetapi apa manfaatnya bagi orang lain dari sesuatu yang sudah Anda capai. Ketiga, Reputasi, yaitu bagaimana Anda bisa menjadi solusi dari lingkungan kerja anda saat ini, bukan malah sebaliknya.

Personal branding bisa dimanfaatkan untuk mengangkat market value seseorang. Jika ketiga hal tersebut (networking, kontribusi, reputasi) diterapkan secara baik maka hasilnya akan kembali pada diri orang tersebut dalam wujud personal branding. Dengan menjalankan tiga hal tersebut maka personal branding akan berjalan secara simultan,” ujarnya.

Berbicara tentang personal branding tidak cukup memikirkan bagaimana caranya orang melihat diri Anda. Untuk itu, apapun yang Anda lakukan dalam suatu pekerjaan harus dilandasi dengan passion. Sebagai contoh, seseorang menjadi sosok yang dikenal helpful. Itu, ia lakukan atas dasar niat tulus ingin menolong, bukan pamrih agar bisa cepat naik jabatan. Ketika sesuatu dikerjakan atas dasar pilihan bukan suatu kewajiban (paksaan), hasilnya akan beda. Ada kenikmatan dan ketertarikan dalam berkarya ketika dilakukan dengan hati.

Ia mengatakan, branding hanya sebutan untuk bagaimana seseorang bisa dikenal, justru yang perlu dikhawatirkan yaitu bagaimana ketika seseorang tidak bisa menjaga kondisi hatinya. Namun, ketika Anda bisa berpegang pada tiga elemen utama, yaiutu passion, purpose dan value maka tidak perlu khawatir. “Berbagai masalah pasti akan datang dalam dunia kerja. Solusinya bukan pada personal branding, tetapi bagaimana Anda bisa membenahi sikap yang ada dalam diri Anda yaitu ketiga elemen passion, purpose dan value,” kata Rene.

Bukan berarti berkonsultasi ketika terjadi masalah dalam pekerjaan menunjukan sosok yang lemah, justru sebaliknya. Ketika berhadapan dengan suatu persoalan, Rene menyarankan agar tidak perlu segan-segan untuk bertanya atau berkonsultasi dengan rekan kerja yang lain termasuk atasan.

Ketika mendapat penugasan, sebagai orang baru harusnya tidak hanya diam dan melaksanakan apa yang hanya diinstruksikan atasan. Anda harus punya inisiatif dan bersifat proaktif, berusaha mencari tahu pihak-pihak mana yang harus dihubungi. Pada saat itu, secara otomatis orang-orang di sekitar lingkungan kerja mulai mengenal siapa Anda. Dari sisi kontribusi, ketika penugasan itu dikerjakan berlandaskan pada kewajiban yang harus diselesaikan maka hasilnya tidak akan maksimal. Berusahalah menyelesaikannya dengan memaksimalkan semua hal untuk mendapatkan hasil yang terbaik maka hasilnya akan berujung pada reputasi.

Seseorang harus bisa jujur pada dirinya. Ketika Anda mengerjakan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani dan karakter diri Anda, justru akan berakibat buruk pada personal branding. Tidak ada salahnya punya role model, tetapi akan menjadi masalah ketika segala sesuatu harus Anda bandingkan dengan role model tersebut. Tiap orang punya karakter dan caranya sendiri. Yang terpenting yaitu bagaimana Anda bisa melakukan suatu hal yang terbaik.

Apakah personal branding penting? Ya penting, tetapi apa artinya kalau Anda berbohong pada diri sendiri. Berhenti menjadi diri sendiri merupakan sesuatu yang harus dihindari dalam personal branding. Jika sesuatu tidak dilakukan dengan passion maka justru berbahaya bagi karier Anda. Kuncinya, segala sesuatu harus mengikuti kata hati.

Menurutnya, jangan menempatkan personal branding sebagai prioritas sebab akan datang dengan dengan sendirnya. Personal branding itu mengikuti Anda, bukan Anda yang mengikuti personal branding.

About Caring Lova


Artikel Personal Branding Di Awal Karier

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>