Wanita Indonesia

wanita-indonesia

“Selling Skill” di Kantor

By Caring Lova on May 10, 2011

Sukses kita, sesungguhnya tidak melulu ditentukan oleh kemampuan dalam menyelesaikan seabrek pekerjaan secara sendirian. Tapi juga oleh kemampuan dalam memengaruhi, memotivasi dan menggerakkan orang lain untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan pekerjaan tersebut. Di sinilah “selling skill” di tempat kerja diperlukan agar karir cepat meroket.

Lalu, apa yang mesti kita lakukan?

Berikut ini beberapa tips kecil yang bisa kamu ikuti untuk meningkatkan selling skill di tempat kerja.

#1. Good listening skill. Selling skill yang baik bermula dari kemampuan dalam memahami kebutuhan dan motivasi rekan kerja. Kita perlu banyak ngobrol dengan rekan kerja, memahami bahasa tubuh mereka, atau aktif mengamati untuk memahami kebutuhan dan motivasi mereka. Hal ini akan memungkinkan kita mengetahui apa prioritas mereka dalam membantu menyelesaikan pekerjaan kita. “Good listening is essential in the selling process”.

#2. Good communication. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, seseorang akan sulit menjual (termasuk menjual ide). Melalui komunikasi secara “one-on-one” (tatap muka) secara langsung dengan rekan kerja, kita akan bisa menciptakan kebutuhan, meyakinkan, dan memotivasi mereka untuk “membeli” ide dan mau berpartisipasi dalam pekerjaan.

#3. Good impression. Kemampuan selling skill yang baik selalu diawali dengan impresi awal yang baik. Karena itu menciptakan kesan awal yang bagus, baik melalui penampilan, tutur kata, dan argumentasi yang runtut merupakan modal awal kamu menjual ide ke rekan kerja. “Begin with a good impression and the rest is easy”.

#4. Good negotiation. Selling skill juga banyak ditentukan oleh kemampuan dalam melakukan negosiasi untuk menemukan solusi yang win-win baik untuk kita maupun rekan kerja. Kemampuan dalam untuk membalik keberatan rekan kerja menjadi sebuah solusi “win-win” merupakan ketrampilan kunci dari seorang salesman.

#5. Good closing. Tujuan akhir dari setiap proses penjualan adalah closing. Tak ada gunanya kita mendengarkan, memahami kebutuhan, jago bernegosiasi dan memberikan solusi, jika ujung-ujungnya tak terjadi closing. Closing ini terwujud jika rekan kerja dengan antusias mau terlibat dan berpartisipasi dalam pekerjaan karena hal itu mendatangkan kemanfaatan bagi mereka.

Pelajarannya terbesar dari artikel ini adalah, bahwa selling skill tak hanya perlu dimiliki oleh para salesman. Siapapun yang bergumul di tempat kerja, selama membutuhkan bantuan dan kolaborasi dari rekan kerja maka mereka butuh “berjualan”. Berjualan untuk mendapatkan bantuan, dukungan, dan partisipasi agar pekerjaan tuntas dengan sempurna. Percayalah kemampuan unggul dalam selling skill akan membuat karir kita lebih bersinar. Tak percaya? Coba aja deh!

About Caring Lova


Artikel “Selling Skill” di Kantor

One Comment

  1. andra

    15 May 2011 at 00:49

    Tips yang menarik.. Terkadang masih ada juga teman yg mengaunderestimate skill yang kita punya. Makanya sebagus apa pun ide kita, tapi kalau share dengan org2 yang open mind rasanya akan susah dan tidak diberi jalan.(Mungkin bisa jadi karena politik kantor)

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>