Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Memanfaatkan Twitter untuk Career Networking

By Caring Lova on April 4, 2011

Twitter selama ini banyak dipakai oleh para marketer untuk memasarkan produk. Tapi sesungguhnya dengan teknik-teknik pemasaran yang sama kamu bisa memanfaatkannya untuk “menjual diri” ke perusahaan dan membangun jejaring karir. Berikut ini beberapa catatan ringannya.

Keunggulan Twitter
Twitter punya keunggulan dibanding Facebook dan LinkedIn untuk membangun jejaring karir. Perbedaan dan keuanggulan utama yang dimiliki Twitter adalah, karena Twitter tidak membutuhkan approval dari orang yang di-follow. Dengan begitu, maka kita akan lebih mudah dan leluasa mendekati tweeps yang akan kita ajak untuk berelasi. Dengan beberapa klik kita bisa mem-follow tokoh-tokoh yang sukses di bidang karirnya masing-masing, konsultan pengembangan karir, pemimpin dan manajer HRD dari perusahaan-perusahaan yang menjadi target kita bekerja, atau orang-orang yang berkarir sama dengan kita.

Stay Update
Dengan mem-follow mereka maka kita akan mendapatkan update aktivitas mereka, apa-apa yang dipikirkan mereka, pengetahuan-pengetahuan yang mereka share, peluang-peluang pekerjaan yang mereka informasikan, tips-tips karir dari situs-situs pengembangan karir, “mengedarkan” CV kita, dan sebagainya. Dengan aktif menjelajahi jagad Twitter
dan mem-follow orang-orang yang sesuai dengan bidang kita, maka kita akan selalu update dengan perkembangan yang terjadi di bidang karir yang kita geluti. Bahkan ketika jalinan pertemanan di Twitter dengan bos perusahaan yang kita target sudah sedemikian dekat, maka melamar kerja pun bisa dilakukan melalui Twitter dengan efektivitas yang jauh lebih powerful.

Aktif Ngetwit, Memperkuat Jejaring
Kalau di Amerika begitu seseorang kita follow, maka biasanya serta-merta ia mem-follow kita. Di Indonesia kebiasaan ini kurang membudaya. Namun, walaupun kamu tidak di-follow back, kita bisa tetap menjalin jejaring karir secara intens dengan banyak ngetwit dan sesekali mention ke mereka-mereka yang mau kita jalin relationship karirnya. Dengan ngetwit secara reguler dan memberikan konten yang relevan (berupa artikel yang kita tulis, video, atau
link artikel dari situs-situs atau blog-blog lain) maka pelan-pelan relationship akan terjalin. Sesekali kita bisa mengajak mereka berdiskusi mengani suati isu tertentu. Kuncinya adalah, kita bisa memberikan konten yang relevan dan memiliki kualitas baik. Kalau ini bisa kita lakukan dalam jangka panjang, maka reputasi kita akan terbentuk dan buah kemajuan karir siap untuk kita petik.

Memburu Pekerjaan di Twitter
Kalau kamu sedang mencari pekerjaan, maka Twitter juga menjadi media yang ampuh untuk mendapatkan pekerjaan dari perusahaan yang kita idamkan. Kamu bisa mem-follow perusahaan tersebut, dan demikian kamu akan bisa terus meng-update perkembangan perusahaan itu 24-7. Tak jarang direktur atau manajer HRD dari perusahaan tersebut ngetwit untuk menjaring talent melalui Twitter. Kalau memang begitu, maka akan lebih mudah lagi kamu bisa menjalin relationship dengan manajer/staf HRD tersebut. Tunjukkan siapa kamu dan apa kemampuan dan uniqeness kamu melalui twit-twit yang kamu share ke sang direktur/manajer.

About Caring Lova


Artikel Memanfaatkan Twitter untuk Career Networking

One Comment

  1. Pingback: Tips Mencari Pekerjaan dengan LinkedIn - YCPA

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>