Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Memasarkan UKM Menggunakan Komunitas

By Caring Lova on December 14, 2011
ukm-dan-komunitas

Tanya:

Selama dua tahun terakhir ini saya merintis usaha kedai kopi. Saya ingin membangun komunitas konsumen saya dengan menggunakan media sosial (Facebook, Twitter, blog, dan sebagainya). Apa yang harus saya lakukan?

Nur Hidayati, Womanpreneur, Sidoarjo, Jawa Timur

 

Jawab:

Kalau Anda pelaku UKM, dengan menggunakan blog, Facebook, Twitter atau YouTube, Anda bisa menjalankan kampanye promosi, men-service pelanggan, atau meminta masukan-masukan dari pelanggan mengenai fitur produk yang mereka inginkan. Anda bisa membangun komunitas pelanggan dan dengan program-program aktivasi komunitas (community activiation).

Saya punya cara mudah yang bisa diikuti pelaku UKM untuk memasarkan produk dan mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan socmed. Kuncinya adalah mereka harus membangun komunitas konsumen. Secara kontinyu komunitas konsumen ini harus dijaga dan dibina agar terbentuk friendship. Dan setelah friendship terbentuk, maka proses jualan Anda akan menjadi mudah. Langkahnya ada tiga.

#1. Target Consumers

Langkah pertama tentu Anda harus tahu siapa konsumen yang akan dibidik. Kalau Anda mengelola kedai kopi, mungkin target konsumen Anda adalah para pecinta kopi. Atau kalau Anda mengelola lembaga pendidikan pre-school, maka barangkali target konsumen Anda adalah ibu-ibu yang peduli pada pendidikan anak-anaknya sejak dini. Selama Anda tidak memiliki kejelasan mengenai konsumen yang Anda target, maka sesungguhnya bisnis yang Anda tekuni dengan sendirinya tak akan jelas. Target kosumen inilah yang akan menjadi “member” dari komunitas yang Anda bangun.

#2. Common Interests

Setelah jelas siapa target konsumen bisnis UKM Anda, maka langkah kedua adalah mengetahui apa minat bersama (common interests) dan kebutuhan bersama (common needs) dari komunitas konsumen Anda. Mengambil contoh bisnis aplikasi keuangan di atas, maka mungkin common interest pelanggan Anda adalah keinginan agar bisnis restorannya maju pesat. Atau kalau bisnis UKM Anda menarget ibu-ibu yang punya anak di usia pre-school, maka mungkin common interest-nya adalah, mereka ingin anak-anaknya pintar cas cis cus berbahasa Inggris, hobi menghitung dan matematika, jago bermain piano atau balet, dan sebagainya.

#3. Engagement

Berdasarkan pemahaman terhadap common interest konsumen, maka langkah ketiga, Anda harus menyusun program-program community engagement. Program tersebut bisa dalam bentuk conversation melalui blog post, tweets, atau status updates mengenai beragam konten yang terkait dengan common interest mereka. Programnya juga bisa dalam bentuk community activation dengan beragam kegiatan (kopdar, lomba, gathering, promosi diskon, voucer, reward, loyalty program, dsb) baik yang bersifat offline ataupun online.

About Caring Lova


Artikel Memasarkan UKM Menggunakan Komunitas

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>