Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Menjalin Hubungan dengan Orang “Rese”

By Caring Lova on June 14, 2011

Sebagai manusia, apalagi bekerja di sebuah perusahaan, tentunya kita ingin berteman dan dikelilingi oleh rekan-rekan kerja yang menyenangkan. Partner yang membuat kita tumbuh sebagai personal dan professional. Apalagi banyak penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang mendukung (supportive environment) sangat bermanfaat buat kesehatan mental, fisik dan spiritual kita.

Sayang, hal demikian tidak selalu demikian. Terkadang ada saja sosok yang tidak menyenangkan di sekitar kita. The difficult people. Orang-orang yang “rese”, kata bahasa gaulnya. Orang-orang yang bukan membuat kita tumbuh, malah menghambat laju perkembangan orang-orang dalam organisasi.

Tentu saja banyak contoh sifat orang-orang yang rese seperti ini. Mulai dari mengganggu pekerjaan, tidak mau bekerja sama, iri hati, dan sifat lain yang tidak menyenangkan, yang seringkali memancing munculkan konflik dan permusuhan.

Berhubungan dengan mereka memerlukan seni tersendiri. Berikut adalah hal-hal yang bisa jadi pegangan jika kita bertemu orang semacam ini:

Pertama: terima dia apa adanya. Memang susah dan kadang menyebalkan. Tapi terimalah dia apa adanya dulu. Dia pasti punya sebab sehingga bersikap seperti itu. Jangan berpikir akan mengubah seseorang karena boleh jadi, dia pun punya pikiran ingin mengubah kita sehingga akhirnya bersikap demikian.

Kedua, bicara yang netral. Sebisa mungkin hindari orang semacam ini. Kalaupun akhirnya berpapasan dan bercakap-cakap, buatlah perbincangan yang netral-netral saja. Jangan masuk ke wilayah pribadi dan sensitif: isu politik, gossip, agama. Isu seperti ini seperti bensi. Jika dia mengajak masuk ke perbincangan itu, belokkan ke topik lain. Atau, buat alasan, lalu tinggalkan.

Ketiga, cari sisi positif yang ada. Tak semua orang dalam dirinya bernuansa negatif. Pasti ada sisi-sisi positif. Menjalinlah hubungan dengannya dari sisi ini. Bisa dari sisi hobi atau minta pada topic-topik tertentu. Tapi selalu upayakan tidak masuk ke wilayah di mana dia menjadi bad person.

Keempat, bangun hubungan yang setara. Orang yang rese, seringkali sebenarnya karena dia tak percaya diri, merasa tak didukung lingkungan, dan pandangan negative lainnya. Bila ingin merangkul mereka, tunjukkan sikap yang setara: mau mendengar, tapi punya control bila ada gejala yang tidak baik. Dengan menunjukkan dignity, dia pun akan berpikir ulang bila ingin melakukan hal-hal yang intimidatif. Orang seperti ini akan merajalela kepada mereka yang dia pikir lemah dan mudah ditindas. Buat hubungan yang setara.

Kelima, berdoa. Ya, berdoalah semoga dia bisa berubah menjadi baik. Dan berdoa agar kita juga semakin baik, tentunya.

Memang bukan hal mudah deal with difficult people. Tapi inilah bagian dari kehidupan. Warna-warni yang harus diterima.

About Caring Lova


Artikel Menjalin Hubungan dengan Orang “Rese”

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>