Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Tiga Kunci Memenangkan Persaingan

By on August 22, 2011

Anita Feng*

Differensiasi Produk

”Mengapa saya harus membeli dari Anda” dibanding 100 orang lain yang menjual produk yang sama? Apa yang membuat Anda berbeda? Apa yang membuat produk anda LEBIH BAIK? Berikut ini adalah diferensiasi yang dapat dipertimbangkan :

Akses. Konsumen akan membeli produk yang lebih mudah dijangkau dibanding yang sulit dijangkau. Website, layanan pengiriman atau literatur marketing akan penting dalam hal ini.

 

Servis. Konsumen seringkali menganggap harga lebih penting dibanding servis yang baik, tetapi jangan abaikan faktor konsumen bersedia membayar lebih untuk sesuatu yang mereka nilai penting.

 

Harga. Hal ini penting, tapi jangan menjadi satu-satunya yang kita lakukan. Usahakan kita memiliki harga kompetitif, tapi tetap cari cara untuk diferensiasi.

 

Persepsi Nilai. Nilai di sini berbeda dibanding harga. Nilai yang dimaksud adalah keseluruhan paket yang akan diterima, yaitu produk, servis, informasi, ketersediaan produk, keramahan penjual, dll. Persepsi nilai sulit untuk diiklankan, kita perlu hubungan baik antara penyedia produk dengan konsumen produk. Konsumen yang puas, akan dengan senang menceritakan kelebihan produk Anda ke komunitasnya.

 

Solusi personal. Ini adalah hal yang menyenangkan untuk konsumen dan biasanya berdampak sangat positif kepada loyalitas konsumen. Seringkali konsumen bersedia membayar lebih mahal, karena produk atau jasanya dapat dibuat custom sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

Pastikan diferensiasi yang Anda tawarkan benar-benar sesuai dengan keinginan konsumen. Pastikan juga produk tersebut memenuhi janji yang Anda ucapkan kepada konsumen. Produk yang tidak memenuhi janji kepada konsumen tidak bisa bertahan lama.

 

Strategi Marketing Jitu

The best smeller is not the best seller.” Parfum atau sabun dengan wangi yang paling enak, belum tentu yang paling laku terjual. Melalui ungkapan ini saya ingin mengatakan bahwa diferensiasi memang merupakan pondasi kesuksesan sebuah produk. Namun jika diferensiasi tidak ditopang dengan komunikasi mengenai kelebihan produk, maka semua itu tak akan ada gunanya. Di sinilah diperlukan strategi marketing yang tepat. Strategi marketing yang baik perlu melewati langkah-langkah berikut:

 

Analisa pasar. Meliputi analisa produk, kompetitor, perilaku konsumen baik di masa lalu, masa sekarang maupun trend masa depan.

Menetapkan tujuan. Tujuan dari marketing adalah tujuan bisnis. Sebagai contoh : ”Pengusaha es krim yang cukup terkenal, hendak meningkatkan 15% penjualan, tapi tidak ingin menurunkan harga es krim.”

Action. Dalam studi kasus pengusaha es krim, action yang dapat dilakukan bisa sebagai berikut: pertama, meluncurkan rasa atau variant baru. Kedua, membuat positioning baru (misal es krim rendah kalori). Ketiga, melakukan consumer promotion untuk pembelian jumlah tertentu (meningkatkan konsumen yang biasa membeli 1 produk, menjadi 2 atau 3 produk).

 

Positioning. Tapi yang paling penting, harus membangun product positioning yang tepat di persepsi konsumen. Contoh, es krim merek A tidak sekedar memiliki rasa yang enak, tapi juga sekaligus pengganti minum susu bagi anak-anak yang sulit minum susu. Atau, tepung terigu merek B adalah tepung terigu pilihan koki profesional.

 

Ciptakan Kolam Sendiri

”Konsumen berpikir bahwa kompetitor mempunyai kualitas produk yang lebih baik, merek yang lebih terkenal, atau sudah diluncurkan lebih lama.” bagaimana menyikapi kondisi tersebut? Saran saya simple: ciptakan kolam Anda sendiri. Perusahaan hebat baik nasional maupun global menjalankan resep manjur ini. Coba kita lihat beberapa contohnya.

 

Semua pemain industri softener berkata paling wangi dan tahan paling lama, Molto mengeluarkan inovasi baru yaitu ”sekali bilas”. Semua pemain industri reflexi (massage) membatasi waktu tertentu (misalnya: Rp 50.000 untuk 90 menit), tapi ada yang membuat terobosan dengan mengatakan, reflexi sampai Anda puas (tidak dibatasi waktu). Konsumen yang puas, akan memberi tips lebih banyak, merekomendasikan kepada teman, dan kembali lagi di waktu yang lain.

 

Dalam kehidupan kita sehari-hari, ada beberapa contoh menarik yang dapat diambil. Konsumen bersedia menempuh jarak yang lebih jauh dan membayar lebih mahal untuk restoran Sunda yang menyediakan lebih dari 7 jenis variasi sambal, dan memiliki lalapan yang segar. Konsumen memilih Caring Colours dibanding kosmetik lain dengan harga yang sama, karena mereka percaya Caring Colours bukan sekedar make up biasa, melainkan juga merawat kulit. Antrian di bandara untuk taxi Blue Bird sangat panjang, meskipun ada banyak taxi lain dengan tarif yang lebih murah, karena mereka percaya naik Blue Bird lebih aman.

 

Apa yang dapat kita terapkan dari prinsip-prinsip di atas untuk kehidupan kita sehari-hari? Saya punya tiga tips ampuh.

 

Pertama, ketika kita menjadi karyawan kantor, jadilah karyawan terbaik, buatlah diferensiasi. Kerjakan lebih baik dari yang diminta, atau mengerjakan hal yang sama dengan waktu yang lebih cepat.

 

Kedua, ketika kita membuka jenis usaha apapun, pastikan ada satu diferensiasi yang dianggap penting oleh konsumen, sehingga konsumen memilih produk Anda dibanding kompetitor.

 

Ketiga, Jadikan masalah yang ada sebagai peluang.Ketika karyawan kantor di Jakarta hanya memiliki waktu yang sangat singkat di pagi hari, mereka menginginkan mobil yang terlihat bersih, tapi mereka juga memerlukan sarapan. Maka ide jitu yang bisa muncul untuk menagkap peluang itu adalah, kita membuat tempat cuci mobil cepat yang sekaligus menyediakan makanan siap saji yang bisa dimakan di mobil.

 

Pesan saya pada para pebisnis muda: ”Sebuah rencana bisa gagal, tapi tanpa rencana mimpi tersebut tidak akan bisa tercapai. Terus revisi rencanamu dan jangan pernah menyerah, sampai kamu meraih mimpimu.”

 

* Anita Feng adalah pemenang berbagai penghargaan: Young Caring Professional Award – Winner (Caring Colours 2011); Indonesia Young Woman Future Business Leader – Winner (Swa Magazine 2010); Young Marketer Award – Winner (Swa Magazine 2009), dan lain-lain.

 


About Anita Feng


Artikel Tiga Kunci Memenangkan Persaingan

One Comment

  1. Pingback: Dinamis Dalam Menghadapi Perubahan - YCPA

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>