Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Nilamsari (Owner Kebab Baba Rafi): Wanita Harus Bisa Semua, Multi Tasking

By Caring Lova on March 4, 2011

Jangan pandang sebelah mata kaum hawa. Mereka bisa lebih unggul dibanding laki-laki. Wanita mampu menjalankan beberapa peran dalam satu waktu.

Sukses sebagai pengusaha, istri dan ibu dari 3 orang anak. Nilamsari bisa dibilang punya peran yang cukup lengkap. Wanita yang akrab disapa Nilam ini berkolaborasi dengan suaminya, Hendy Setiono, berbisnis Kebab Turki Baba Rafi. Kalau Hendy berperan menjadi direktur utamanya, Nilam memegang posisi direktur marketing di perusahaanya, PT Baba Rafi Indonesia.

Sebetulnya tidak ada bayangan di benak Nilam untuk terjun menjadi entrepreneur seperti  saat ini. Kedua orang tuanya yang pegawai juga membentuk mindset-nya untuk hanya menjadi seorang karyawan. Namun, itu semua berubah ketika Nilam bertemu dengan pasangan hidupnya, Hendy Setiono. “Setelah berumah tangga kami mulai terjun ke dunia bisnis,” kata Nilam. Setelah menikah di usia 19 tahun, Ia bersama suaminya coba-coba terjun ke bisnis dagang. “Awalnya bisnis burger, saat itu saya masih di bangku kuliah semester 3,” kata lulusan jurusan Komunikasi Universitas Airlangga ini.

Ide bisnis Kebab Turki muncul ketika ia dan suaminya jalan-jalan ke Qatar. Kebetulan mertuanya, tinggal di negeri yang kaya akan minyak itu. Kebab, makanan yang dibuat dari daging sapi panggang, diracik dengan sayuran segar, dan dibumbui mayonaise, lalu digulung dengan tortilla ini sebetulnya khas Timur Tengah. Namun, menurutnya kebab paling enak dari Istambul, Turki. Karena itu, mereka menggunakan “trade mark” Turki untuk dijajakan di Indonesia.

Mereka sangat tertarik dengan bisnis kebab untuk dikembangkan di Indonesia. Apalagi konsepnya mirip dengan burger, yang take away food. Meskipun rasanya enak, namun kebab ini perlu penyesuaian rasa dan ukuran agar lebih familier dengan selera orang Indonesia. “Ternyata, resep kebab dari Qatar memiliki rasa kapulaga dan cengkeh yang cukup kuat, tidak begitu disukai konsumen di Indonesia. Ukurannya pun terlalu besar,” katanya.

Tahun 2003, bisnis yang diberi nama Kebab Turki Baba Rafi mulai beroperasi. Filosofi nama “Rafi” diambil dari anak pertamanya Rafi Darmawan, sedangkan kata “Baba” yang artinya bapak menjadi semakin unik kalau digabungkan. “Jadi Kebab Turki Baba Rafi berarti kebab turki bapaknya Rafi,” kata ibu dari Rafi Darmawan (8 tahun), Reva Audrey Sahira (6 tahun) dan Ready Enterprise (4 tahun) ini.

Bisnis mereka mendapat respon positif, usahanya terus berkembang. Banyak saudara dan rekannya yang ingin menjalin kerjasama. Ini membuat mereka menjadi lebih  bersemangat dan ingin membesarkan lagi bisnisnya. Dengan beberapa pertimbangan, konsep waralaba (franchise) merupakan metode bisnis yang dinilai paling tepat untuk ekspansi usahanya.

“Kami sewa beberap konsultan, belajar dari teman-teman franchise, belajar dari konsep bisnis di beberapa negara, membandingkannya, dan inilah salah satu jalan yang kami ambil, franchise,” kata wanita kelahiran Jakarta, November 1982 ini.

Tahun 2005, mereka memulai konsep franchise di outlet ke-30. Mulai saat itu juga, Nilam sering keliling Indonesia bertemu dengan banyak orang untuk memperkenalkan produknya, mengajak untuk menjadi franchisee. Ternyata sambutannya sangat baik. “Kami sadar kalau bisa menjaga komitment, serius dan tidak setengah-setengah bisa berhasil,” ujar kata wanita yang hobi nonton film ini.

Lalu bagaimana peran Nilam dalam bisnis ini? Hendy sebagai direktur utama lebih banyak berhubungan ke luar, menjalin relasi, mengurus perijinan, berhubungan dengan media, dan melihat potensi bisnis lain. Sedangkan Nilam lebih pada internal perusahaan, serta mendukung strategi dari pimpinannya. Ia mengembangkan sistem perusahaan, mengatur cash flow-nya, lalu merencanakan bagaimana teknik melempar produk ke pasar, dan membangun image branding. “Kolaborasi yang tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.

Kini Kebab Turki Baba Rafi telah memiliki lebih dari 650 outlet yang sudah berjalan di bawah manajemen PT. Baba Rafi Indonesia. Ada 75 outlet Piramizza Rafi yang sudah berjalan di bawah manajemen PT. Piramida Zahira, dan 15 outlet berupa Rumah Makan Ayam Bakar Mas Mono. Jadi berawal dari Kebab, terus ekspansi ke bisnis makana lain seperti pizza, burger dan ayam bakar. “Saya ingin Baba Rafi menjadi number one preferred mid-casual food brand name in Indonesia,” katanya dengan penuh semangat.

Sebagai ibu rumah tangga, Nilam juga ingin menjadi contoh yang baik untuk keluarga terutama anak-anaknya. Sama seperti ibu-ibu yang lain, kalau anaknya mau ulangan ikut heboh juga juga. Meskipun sibuk, Ia berusaha menyeimbangkan karier dan keluarga. Akhir minggu, Ia curahkan semua waktunya untuk keluarga.

Baginya yang terpenting bagaimana mendelegasikan tugasnya ditengah kesibukannya, termasuk membagi waktu untuk keluarga. Jika ada sesuatu yang penting dan kritis maka ia perlu terjun langsung. Namun, ia berusaha mendelegasikan tugas-tugasnya kalangan profesional yang ia rekrut. Ini yang menjadi tantangan, bagaimana menemukan orang yang tepat dibidangnya. Menurutnya, tidak ada bisnis yang sempurnya, untuk itu ia akan berusahan mengatasi itu. “Kriteria seorang wanita pemimpin bisnis yang handal yaitu bisa memaksimalkan potensi orang lain, bisa menginspirasi, dan bisa memahami orang lain sebagai manusia,” katanya.

Menurutnya, dalam mengelola sebuah bisnis antara laki-laki dan perempuan sama. Hanya saja perempuan yang telah menjadi ibu punya ikatan batin yang lebih kuat kepada anak dan keluarga. Seiring dengan perkembangan jaman, perempuan dituntut untuk bisa semua, multi tasking. Ia tidak melihat sosok wanita lebih lemah dari laki-laki. Mereka berada dalam ladang yang sama, jadi jender dikesampingkan.

Semua kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak terlepas dari dukungan suami. Ketika melihat ke masa lampau, Nilam sangat tidak peraya diri untuk terjun ke dunia bisnis. Di satu sisi belum memiliki cukup modal, juga tidak punya latar belakang bisnis. Apalagi waktu itu dalam kondisi hamil anak pertama. Di tengah keraguannya kala itu, suaminya tidak ada henti-hentinya untuk memacu untuk terjun ke dunia bisnis. Hendy selalu mendorong istrinya untuk terus berkembang, membuka cakrawala, dan selalu mendapatkan ilmu baru.

Sebagai pengusaha muda, masih banyak cita-cita yang ingin diraihnya. Salah satunya ingin mengembangkan jaringan bisnisnya ke tingkat internasional. Saat ini, Kebab Turki Baba Rafi sedang merambah ke Malaysia dan Filipina. Baginya sukses tidak hanya untuk karier atau materi, tetapi juga harus sukses sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.

About Caring Lova


Artikel Nilamsari (Owner Kebab Baba Rafi): Wanita Harus Bisa Semua, Multi Tasking

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>