Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Radja Ketjil yang Terus Membesar

By Caring Lova on December 15, 2010

Mau tahu kelezatan Sup Taipan Muda? Atau Anda ingin rasakan kelezatan Ayam Goreng Ibu Tiri? Kalau mau, silahkan berkunjung ke rumah makan Radja Ketjil.  Restoran yang khusus menyajikan makanan peranakan ini bisa Anda temukan di pusat-pusat perbelanjaan top di Jakarta seperti di Pondok Indah Mal 2, Plaza Semanggi dan Gandaria Ria City.
Buat Anda yang tinggal di kawasan Tebet, Tarogong, dan Alam Sutera  juga tidak perlu khawatir karena Radja Ketjil sudah berada di tiga  kawasan tersebut. Bahkan, bagi yang sedang  traveling ke Bandung, tidak ada salahnya mampir ke Radja Ketjil di Cihampelas Walk untuk  menikmati  makanan Chinese dan makanan kampung. “Pokoknya, selain enak dan  lezat,  semua makanannya dijamin halal,” Celerina T. Judisari, Marketing Director Resanel, pengelola sekaligus salah satu pemilik Radja Ketjil.

Sebagai restoran baru, perkembangan Radja Ketjil terbilang cukup pesat. Padahal, lanjut Celerina, resto ini baru didirikan tiga tahun lalu. “Saya memang  tidak menyangka perkembangannya seperti sekarang ini, ” tutur Celerina yang biasa dipanggi Ayie.
Menurut Ayie, pesatnya perkembangan Radja Ketjil dicapai lewat usaha yang cukup keras. Istilahnya: tidak ada yang gratis untuk mencapai kesuksesan. Semua diperoleh dengan kerja keras dan cukup “berdarah-darah”. Bagaimana tidak! Awalnya, niat mendirikan restoran hanya sekadar membantu teman. Ceritanya, Ayie ingin membantu temannya yang pintar masak karena  habis masa kontrak kerjanya. Waktu itu, kenang Ayie, dia masih bekerja di Lativi dan sedang mengelola program Pildacil. Temannya tersebut bertugas sebagai juru masak untuk para da’i cilik yang tengah berkompetisi yang ditayangkan di stasiun Lativi yang sekarang menjadi TV One.
Setelah program Pildacil habis masa tayangnya, kontrak kerja  teman Ayie yang juru masak itu pun selesai. Agar temannya dapat terus bekerja, bersama suami dan beberapa temannya, Ayie patungan untuk membuka rumah makan yang dinilainya paling gampang.
Bersama suaminya, Ayie menyediakan tempat di Tarogong. Karena bujetnya terbatas, rumah makan  yang mau dibuat kecil-kecilan seperti warung makan. Meski begitu, kita semua bertekad ingin menjadi raja di lingkungan kita sendiri. “‘Karena itulah, restorannya kita namakan Radja Ketjil,” ungkap Ayie yang pernah berkarier di Matari Advertising.

Untuk membedakan dengan  restoran lainnya, Radja Ketjil mengambil positioning sebagai restoran dengan cita rasa peranakan. Selain menu dan masakannya, seluruh atribut yang ada di restoran, termasuk para kru nya didandani dengan nuansa Chinese tempo doeloe. Tidak hanya bangunan restorannya, meja makan dan kursi-kursi serta unsur-unsur  dekoratif lainnya sangat kental dipengaruhi atmosfer Chinese.
Ayie tidak menyangka, sambutan terhadap Radja Ketjil pada waktu pertama kali buka di Tarogong cukup baik. Dari awalnya hanya 9 menu, yang disediakan terus berkembang. Pelanggan yang datang pun semakin bertambah. Selain karena kelezatan makanannya, umumnya mereka juga tertarik dengan dekorasi dan restorannya. Waktu pertama kali buka banyak orang Jepang dan Korea yang datang. Setelah itu, baru anak-anak muda.  “Pelanggannya datang bolak-balik sampai akhirnya restoran kita seperti ini ” ujar Ayie.
Dalam waktu enam bulan, beberapa manajemen mal datang menawarkan Radja Ketjil buka di mal mereka. Yang pertama sebenarnya Gandaria City. Tapi karena krisis, kesusul sama Pondok Indah Mal dan Plaza Semanggi.
Sadar usahanya semakin berkembang pesat, Ayie berpikir untuk keluar dari tempat kerjanya di TV One. Dia pun berdiskusi dengan suaminya yang bekerja di BII. Akhirnya diputuskan yang berhenti dulu bekerja adalah suami Ayie. Setahun kemudian, karena perkembangannya cukup pesat dari 3 menjadi 4 restoran, Ayie memutuskan keluar dari TV One dan mulai lebih  serius lagi  memikirkan dan mengelola usahanya.
Kini, setelah tiga tahun berdiri, Ayie, suami dan teman-temannya patut bersyukur dan berbangga. Pasalnya, dari awalnya hanya ingin membantu teman, saat ini Ayie sdh memiliki dan mengelola tujuh restoran restoran Radja Ketjil, ditambah Depot Saribanon, dan Coklat Item.
Berbeda dengan Radja Ketjil, Depot Saribanon merupakan depot makanan khas Indonesia dengan kemasan dan tampilan Pantura. Sementara Coklat Item semacam  cafe yang cocok untuk tempat mangkal  anak muda sambil menikmati kopi dan makanan kecil. Untuk memenej semua restorannya Ayie mendirikan holding Resanel yang dikelola bersama suami, temannya serta saudaranya  Tika Pangabean yang selama ini juga  berperan sebagai public relations. Ayie tidak memungkiri, pesatnya perkembangan Radja Ketjil juga tidak terlepas dari dukungan tim manajemen dan tim lapangan yang kuat dan andal. ”Masing-masing mempunyai kelebihan yang bisa saling menutupi sehingga Kami menjadi tim yang kuat dan andal,” tutur Ayie menutup perbincangan. ***

About Caring Lova


Artikel Radja Ketjil yang Terus Membesar

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>