Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Riezka Rahmatiana: Sukses Wirausaha Waralaba Pisang Ijo

By Caring Lova on August 18, 2011

 

Usia tidak menghambat seseorang untuk mencapai sebuah prestasi dan keberhasilan. Itulah yang saat ini disandang oleh Riezka Rahmatiana. Di usianya yang  baru 25 tahun, Riezka sudah mengumpulkan banyak prestasi dan penghargaan.  Mahasiwi tingkat akhir  Universitas Padjajaran ini selain baru saja menjadi pemenang Young Caring Professional Award 2011, ia juga pernah menjadi juara 2  Wirausaha Muda Mandiri tingkat Jawa Barat 2008 ,  Finalis Wirausaha Mandiri tingkat nasional 2008,  terpilih sebagai Pemuda berprestasi bidang Ekonomi dan Kemakmuran 2010, Best UKM Award Spirit Entrepreneurship 2010, dan Satya karya Adisiswa Padjadjaran 2010.

 

Prestasi  yang seabreg itu bukan  diraihnya  dengan mudah begitu saja. Menurut Riezka, ia juga mengalami pasang surut dalam menjalankan bisnisnya. Namun Riezka dan suaminya,  Erwin Burhanudin, tidak mau menyerah. Baginya, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. “Tidak ada salahnya  untuk bangkit dan terus mencoba dan mencoba lagi selama kita masih hidup,” ujarnya.

Awalnya Riezka dan beberapa teman mencoba bisnis Network Marketing dengan menjual Produk-produk Kesehatan. Ditengah menjalankan Network Marketing, ia berinvestasi di bisnis Kelapa Sawit. Sayang, bukan hasil yang didapatkan, Riezka dan  temannya  malah terkena tipu. Modal ratusan juta dibawa lari. “Sialnya modal tersebut tidak sepenuhnya modal saya, ada beberapa dari rekan yang juga join investasi lewat kami,” kenangnya.

 

Kejadian itu sempat membuat Riezka terpuruk. Tapi tak lama, ia bangkit kembali memulai bisnis baru dengan sang pacar Erwin Burhanudin (sekarang  telah menjadi suami). Pada awal 2007, Riezka menjajal berjualan pulsa handphone dengan modal awal Rp.150.000. Dari usaha kecil-kecilan  terjadi peningkatan usaha menjadi Server Pulsa.

Belum puas memiliki counter pulsa,  Riezka menjajal  bidang laundry & dry clean, kerjasama  dengan temannya. Dari hasil beberapa usaha tersebut, Riezka mencoba buka usaha Cafe di Jl.Cihampelas. Sayangnya,  cafe yang diberi nama ”The Green House” tidak memberikan hasil yang memuaskan, bahkan hampir tidak ada pengunjung.

Masih di seputar makanan, Riezka mencoba  usaha makanan yaitu Tahu Sumedang dengan nama “Dapur Kuring” di daerah Cihanjuang. Hasilnya lumayan di saat akhir pecan, tapi di hari biasa jauh dari yang diharapkan. “Akhirnya cost kami tidak tertutup dan seperti biasa kami pun kembali gulung tikar,”  ujarnya.

Saking seringya gulung tikar, ternyata malah membuat Riezka menjadi pemberani. Ia tidak takut  lagi untuk memulai suatu usaha baru.  Itu dibuktikannya pada  Maret 2008, ia menjajal  kembali berjualan Es Pisang Ijo.  “Kami mencari pisang yang berkualitas, meracik adonan, belajar memasak dan berjualan sendiri,” kenangnya mengingat kejadian 3 tahun lalu. “Pada awal berjualan hanya laku lima porsi saja, keesokan harinya dagangan kami tidak ada yang laku sama sekali dan akhirnya kami makan sendiri barang dagangan kami,” lanjutnya.

Entah mengapa, kali ini, Riezka dan Erwin yakin Es Pisang Ijo bisa berkembang sukses .  Oleh karena itu, mereka terus  melakukan perbaikan promosi dan kualitas dan rasa produk Justmine Pisang Ijo ini.
Dengan belajar langsung dari ahlinya yaitu rumah makan Makasar Sulawesi, akhirnya sedikit demi sedikit mereka mendapatkan resep rahasia makanan tradisional makasar tersebut.

Promosi sederhana dari mulut ke mulut pun berjalan kurang lebih selama dua bulan.  Bersamaan dengan itu, omset  penjualan mulai meningkat. Dari yang hanya 5 porsi per hari dalam dua bulan meningkat menjadi tiga puluh porsi per hari. Dari sana  es Pisang Ijo mulai dipromosikan untuk  acara syukuran, pernikahan dan sebagainya. Kreatifitas juga dilakukan dengan menambahkan rasa Coklat, Vanilla, Strawberry dan Durian yang sangat digandrungi oleh para kaum ABG. “Hangatnya sambutan pasar membuat kami memutuskan untuk membuka cabang kedua dan ketiga di Jl.Suci Bandung dan di ruko Metro Trade Center ,”  ungkap Riezka bahwa  hasilnya juga cukup memuaskan, yaitu 80 porsi per hari.

Setelah setahun berjalan tepatnya pada Maret 2009, Riezka mulai mengubah sistem usaha menjadi sistem kemitraan karena banyaknya permintaan dari konsumen yang juga ingin menikmati gurihnya pendapatan  dari justmine Pisang Ijo ini. Maka mulai saat itu setiap orang yang ingin memiliki usaha Justmine Pisang Ijo dapat membuka gerai Justmine Pisang Ijo tanpa perlu repot memikirkan cara meracik bumbunya lagi dari awal. Riezka mempersiapkan semua sistem yang diperlukan mitra, mulai dari Booth siap pakai,design brosur atau flyer, delivery service, maintenace, training karyawan,product quality control, promosi nasional dll. Dengan nilai investasi kemitraan yang dibagi dua yaitu Paket A dengan nilai Rp10 Juta dan Paket B dengan nilai investasi Rp 55 juta.

“Saat ini mitra kami sudah tersebar bukan hanya di Bandung tapi juga di Jakarta, Depok, Bekasi dan Tanggerang dengan total cabang sementara yaitu sebanyak 40 outlet dengan angka omset  yang menembus ratusan juta per bulan,”  ceritanya.  Baginya,  pencapaian  itu belum selesai. Ia  masih akan terus  belajar dan berkembang  hingga menjadi sebuah perusahaan yang dapat memberikan kesempatan dan manfaat bagi orang lain yaitu Ezka Giga Pratama Group, perusahaan induk yang menaungi seluruh usaha-usahanya.

 

 

About Caring Lova


Artikel Riezka Rahmatiana: Sukses Wirausaha Waralaba Pisang Ijo

2 Comments

  1. ali husein

    15 November 2011 at 18:30

    salam mba riezka yg sukses kalo mau bergabung di bisnis nya caranya gimana mba?

  2. Hilda

    21 September 2012 at 13:15

    salam mba riezka yg sukses kalo mau bergabung di bisnis nya caranya gimana mba?

    saya berdomisili di jakarta
    Jelaskan juga untuk Paket”nya…..

    Regards;
    Hilda

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>