Wanita Indonesia

wanita-indonesia

Womenprenuership

By Caring Lova on November 9, 2011

Womenprenuership

Rinny

Kewirausahawan, terutama bisnis kecil dan menengah, merupakan bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Krisis moneter 1997/1998 telah membuktikan bahwa bisnis kecil dan menengah lebih mampu bertahan dalam badai krisis dibandingkan dengan perusahaan besar. Masih segar di ingatan kita, bagaimana perusahaan besar tumbang karena harus berhadapan dengan pembayaran utang yang berdenominasi mata uang asing . Di sisi lainnya, bisnis kecil dan menengah relatif tidak memiliki utang dalam bentul dolar.

 

Saat ini, proposi wirausahawan di Indonesia hanya sekitar 0.38% dari total populasi. Bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia dan Singapore yang sekitar 3% dan 7% dari populasinya adalah pengusaha. Idealnya, Indonesia membutuhkan sekitar 2% dari populasi sebagai wirausahawan untuk bisa mencapai kemakmuran bangsa.

 

Salah bentuk komitmen Indonesia untuk memajukan kewirausahawan adalah dengan menobatkan tahun 2011 sebagai tahun kewirausahawan untuk Indonesia. Salah satu bentuk konkret dari komitmen ini, Indonesia menjadi tuan rumah dari ASEAN Regional Entrepreneurship Summit yang diadakan di Bali bulan Juli 2011. Acara ini adalah suatu momen yang penting karena mampu mempertemukan angel investor dan venture capital dari Amerika dengan berbagai pengusaha muda di Indonesia

 

Saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara ini sebagai sebagai salah satu pemenang dari Edel Showcase Business Competition yang diadakan oleh Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI).

 

Terinsipirasi oleh berbagai pengalaman yang saya dapat dalam acara tersebut, saya ingin membagikan berbagai nilai pembelajaran kewirausahawan kepada Caringlova, terutama hal terkait womenprenuership sebagaimana yang saya dapatkan dari pengalaman tersebut.

 

Ibu Mari Elka Pangestu dalam acara tersebut mengatakan bahwa peranan wanita sangat penting dalam perkembangan kewirausahawan. Terbukti dari pembiayaan usaha mikro, wanita memiliki kemampuan pengembalian utang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pria. Kelemahan dari womentrepreneur adalah kaum wanita cenderung tidak mengetahui bagaimana memproteksi aset usaha dan intelektual properti seperti merek. Seringkali, aset diregistrasikan atas nama suami mereka. Risikonya, jika hal yang tidak diinginkan terjadi dengan suaminya, wanita harus kehilangan aset usaha tersebut.

 

Senada dengan Ibu Mari, Sekretaris Negara Amerika Serikat Ibu Hillary Clinton mengutarakan hal yang sama. “And we particularly want to encourage women entrepreneurs, because no economy can thrive if it leaves half the population behind. In fact, a recent United Nations study estimated that in the Asia Pacific region, the untapped potential of women has cost the region more than $40 billion in lost GDP over the last decade. So we’re supporting new micro finance projects, building peer networks, and offering mentorships with American businesswomen.” Demikianlah tutur beliau dalam keynote speech dalam event tersebut.

Event tersebut memberikan inspirasi tersendiri dengan kehadiran Ibu Tri Mumpuni pemenang Magsaysay Award yang acapkali disebut sebagai “Nobel Asia”.

 

Ibu Tri Mumpuni membangun Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) untuk memberikan penerangan di beberapa wilayah Indonesia. Bersama suaminya, beliau membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai sumber energi listrik bagi wilayah yang belum terjangkau atau sulit dijangkau oleh PT PLN dengan memanfaatkan potensi energi air yang terdapat di lokasi setempat untuk menggerakkan turbin. Bukan hanya itu, mereka juga berhasil membangun sebuah PLTMH di Filipina.

Ibu dua anak tersebut merupakan contoh bagaimana seorang womenprenuer mampu membawa perubahan yang positif bagi masyarakat.

 

Mari kita akhiri artikel singkat ini dengan sebuah pertanyaan refleksi: Siapkah Anda wanita Indonesia untuk menjadi womentrepreneur? Siapkah Anda untuk membangun sebuah bisnis yang membawa perubahan sosial untuk bangsa dan negara kita? 

 

About Caring Lova


Artikel Womenprenuership

One Comment

  1. Pingback: Muda Bersenang-Senang, Tua Kaya Raya - Atur Keuanganmu - YCPA

Komentar Kamu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>